This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, 4 June 2015

Pemeriksaan Kadar Gula Darah dengan Photometer

Pemeriksaan Kadar Gula Darah dengan Photometer,Pemeriksaan Kadar Gula Darah bertujuan untuk mendiagnosis Penyakit Diabetes Melitus. Penyakit Diabetes Melitus dapat diartikan individu yang volume unrine nya mengandung Kadar Gula Tinggi. Diabetes Melitus adalah Penyakit Hiperglikemia (Kadar Gula Darah yang Tinggi) yang ditandai ketiadaan absolut insulin atau penurunan insensitivitas sel terhadapat insulin. Kadar Gula darah diukur setelah puasa 12 jam (GDP) dan 2 jam setelah makan (PP) menggunakan serum atau plasma darah.  
Metode           : Glucose GOD-PAP
b.    Tujuan                        :
Umtuk penentuan in vitro secara kualitatif kadar glukosa dalam serum dan plasma darah secara enzimatis.
c.    Prinsip                        :
Test kolorimetris enzimatis berdasarkan reaksi Trinder :
Glucose + O2 + H2O         -----     Glucose Oxidase +H2O
2H2O2 + phenole +4 – amino – antipyrine         -------        red chinonimin+4H2O
d.    Alat                 :
1)    Photometer
2)    Kapas alkohol
3)    Torniquet
4)    Spuit 3 ml
5)    Plester
e.    Bahan             : serum atau plasma
f.     Reagen
1)    Reagen warna
Phosphate buffer (pH 7,5)
Phenol
4-aminoantripirin
Glukose oksidase
Peroxidase
250 mmol/L
5 mmol/L
0,5 mmol/L
>10 kµ/L
>1 kµ/L

2)    Larutan Standart
g.    Cara kerja      :
1)    Melakukan sampling darah vena
2)    Masukkan darah ke dalam tabung reaksi, kemudian diamkan 15 – 30 menit.
3)    Sentrifuge darah selama 5 menit 3500 rpm.
4)    Menambahkan serum sebanyak 20 µL ditambah reagen sebanyak 1000 ÂµL pada tabung reaksi, inkubasi 10 menit pada suhu 370 C.
5)    Potometer dinyalakan ,kemudian selang dipasang.
6)    Tekan PENGUKURAN DENGAN METODE yang tertera pada layar
7)    Pilih kode untuk pengukuran kadar glukosa.
8)    Tekan CUCI, kemudian masukan selang penghisap pada tabung reaksi yang berisi aquadest dan tekan tombol yang berada di belakang selang, aquadestakan diserap ke dalam selang.
9)    Masukan selang penghisap pada tabung reaksi yang berisi sampel kemudian tekan tombol yang berada di belakang selang, sampel akan diserap ke dalam selang hingga habis.
10) Hasilnya akan keluar pada layar.
h.    Kadar Gula Darah Normal
Kadar Gula Darah Puasa     : 70 – 110 mg/dl
Kadar  Gula Darah  2 jam PP : < 140 mg/dl           
Referensi :
Buku Saku Patofisiologi- Elizabet J Corwin

:santovi
Share:

PROSEDUR PEMERIKSAAN KADAR Cu AIR

METODE : Dietil Dithiokarbamat
DASAR TEORI
Pada proses pembubuhan CuSO4 dalam air kolam renang dengan tujuan menghambat pertumbuhan lumut dalam air,Cu merupakan logam berat yang berbahaya bila kadarnya melebihi Nilai ambang batas ,juga penambahan
Garam Cu digunakan dalam air sebagai sistem tambahan untuk mengontrol pertumbuhan biologi dalam air/waduk dan pipa untuk mengkatalisa oksidase Mn.
Korosi tembaga berisi logam campuran P, yang berasal dari alat-alat pipa yang mungkin mengandung sejumlah tembaga dalam air tersebut.
Tembaga penting untuk manusia, kebutuhan tembaga pada orang dewasa perhari kira-kira 2,0 mg.
Kadar maksimum yang dianjurkan adalah 0,05 mg/l
Kadar maksimum yang diperbolehkan adalah 1,5 mg/l
PRINSIP
Ion Cu dengan Dinatrium Diethil Dithiokarbonat membentuk persenyawaan kompleks koloidal berwarna coklat kekuningan. Tetapi bila kadar Cu tinggi koloid akan menjadi kekeruhan (warna yang terjadi dibaca dengan secara visual).
Pembacaan setelah 5 menit tetapi kurang dari satu jam, warna yang terjadi sama dalam suasana sedikit asam, netral ataupun alkalis. Dalam tabung Nessler dapat terdeteksi minimum 0,005 mg/l.
Reaksi : 2 Na (C2 H5)2 NCS2N + Cn2+ → 2 Na + {(C2H5)2 NCS2}Cn berbentuk kompleks.
CARA KERJA
1. Membuat standar Cu dengan berbagai konsentrasi (0; 0, 05; 0,1; 1; 1,5) dalam 100 ml aquades.
2. Disiapkan 7 buah tabung Nessler masing-masing 5 buah untuk standar, 1 buah untuk pemeriksaan dan 1 buah untuk blanko.
Sampel
Standar
Blanko
Sampel
100 ml
-
-
Aquades
100 ml
100 ml
Na Diethil Dithiokarbonat
5 ml
5 ml
5 ml
Standar Cu
-
0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5 ml
-
NH 4OH5N
5 ml
5 ml
5 ml
3. Dicampur sampai homogen dan ditunggu 5 menit agar reaksi yang terjadi sempurna.
4. Bandingkan sampel dengan standar hingga derajad warnanya sama.
Konsentrasi standar yang derajat warnanya sama dengan sampel :
PERHITUNGAN
Kadar Cu
1000/Vol Sampel x vol standar x konsentrasi standar x 1 mg/L

vol standar x konsentrasi standar x 1 mg/L


:santovi
Share:

Monday, 1 June 2015

Media identifikas

Media identifikasi adalah perbenihan yang digunakan untuk menentukan jenis bakteri. Biasanya digunakan beberapa media bersama-sama.
1.Gula-gula.
Urutan :
-Tutup, kapas putih kuning: Glukosa
-Tutup, kapas putih ungu: Laktosa
-Tutup,kapas putih hijau : Manitol
-Tutup,kapas putih merah :Maltosa
-Tutup,Kapas putih biru :Sakarosa.
Positif memfermentasikan gula-gula :warna merah larutan berubah menjadi kuning.
Ada tidaknya gas pada tabung durham glukosa juga harus dilihat.
Gambar : +(gas), +,+, +, +
2.Sulfur Indol Motility (SIM)
-Sulfur H2S + : Bakteri dalam mediaberwarna hitam.
Contoh : Salmonella
Gambar : H2S dan indol positif
-Indol positif : Bila ditambah Larutan kovak/indol akan muncul warna merah.
Contoh bakteri : E. coli
Gambar : Motility dan indol positif (pertumbuhan Bakteri menyebar)
3.Simon Citrat (SC)
Kegunaan :
Untuk identifikasi mikroorganisme (terutama entrobacteriaceae dan jenis fungi tertentu) berdasarkan kemampuan nya memetabolisme citrate, sebagai sumber karbohidrat.
Prinsip kerja:
Metabolisme citrate menyebabkan alkalinitas dari medium,yang diindikasikan dengan perubahan warna media dari PH indikator bromothymol blue menjadi biru tua.
Kandungan :
Ammonium dihidrogen phospat, dipotasium hydrogen phospat, NaCl, Bromothimol blue, agar.
Hasil positif : Warna media berubah menjadi biru tua.
Cara pembuatan:
Larutkan SC bubuk 22.5 g/L,autoclave 15 menit pada suhu 121 0C,masukan ketabung miringkan sampai mengeras. PH 6.6 ± 0.2 pada suhu 25 0C.
Positif (+) :
Jika setelah ditumbuhi bakteri (24 jam suhu 37 0C) warna media yang hijau berubah menjadi biru.
Contoh :
Bakteri E coli (-), Pseudomonas aerogenosa (+)
Gambar SC (+) .
4.TSIA
Untuk identifikasi enterobactericeae.
PRINSIP:
Penurunan gula dan diiringi produksi asam dideteksi dengan PH indikator phenol red, yang merubah warna dari merah-orange menjadi kuning,pada alkalinitas berubah menjadi merah pekat. Thiosulfat direduksi oleh hydrogen sulfidaa oleh beberapa spesies, hydrogen sulfide bereaksi dengan iron salt membentuk besi sulfide hitam.
Kandungan :
Pepton dari kasein, pepton daridaging, ekstrak yeast, ekstrak daging, sodum clorida, sukrosa, glukosa, ammonium iron(III) citrate,sodium thiosulfat, phenol red, agar-agar.
Pembuatan :
Larutkan TSIA bubuk 65 g/L aquades, pindahkan ke dalam tabung reaksi, autoclaf 25 menit pada suhu 121 0C,miringkan media sampai mengeras.
PH 7.4 ± 0.2 pada suhu 25 0C
5.Nitrat Agar
Gambar : Nitrat Agar.
Hasil positif (+) : jika setelah ditumbuhi bakteri (24 jam suhu 37 0C) di genangi reagen reagen nitri I (2tts) dan regen nitrit II (2tts) akan timbul warna merah-hitam.
*Tutup tabung : Merah biru
Gambar : Nitrat reduksi tes +
6. Urea
Untuk difrensiasi mikroorganisme yang dapat menurunkan/bereaksi urea
Prinsip kerja:
Urea dihidrolisis menjadi karbon diokside dan ammoniak oleh enzim urase. Ammonia yang dibentuk kemudian membuat media menjadi alkali, reaksi ini dideteksi menggunakan indicator phenol red yang mengubah warna kuning media menjadi ungu/merah.
Kandungan:
Pepton dari danging, glukosa, NaCl, Pottasium dihydrogen phosphate, phenol red, agar-agar.
Pembuatan:
Larutkan urea bubuk 21 g/L akuades, autoclaf (15 menit 121 0C),dinginkan sampai 45-55 C dan tambah 50 ml urea 40% dari larutan urea 40% yang di saring dan disterilisasi. Diamkan dalam keadaan miring sampai mengeras.
PH 6.8 ± 0.2 pada suhu 25 0C
Urea positif :
Klebiella, proteus, Enterobacter, Citobacter, .
Gambar : bakteri yang memfermentasiakan urea (urea +)
Positif :
Bila bakteri yang ditanam pada urea 24 jam inkubasi 37 0C membentuk warna ungu pada urea agar.
Contoh Bakteri yang urea + : Proteus, Morganella
* Tutup tabung : kapas ungu
7. Lysin Iron Agar (LIA).
Kegunaan :
Untuk deteksi bersama dari lycine decarboxilase (lCD) dan hidrogensulfida indentifikasi dari bakteri citobacter, khususnya salmonella dan Arizona.
Prinsip kerja :
Lysin di karboksilase oleh mikroorganisme member LCD positif member amin cadaverin yang menyebabkan PH indicator bromocresol ungu berubah warnanya menjadi violet. Karena dekarboksilasi hanya terjadi pada media asam ( PH < 6.0 ),kultur media harus diasamkan terlebih dahulu oleh fermentasi glukosa. Oleh karena itu hanya dapat digunakan untuk difrensiasi mikroorganisme yang dapat memfermentasi glukosa.
Mikroorganisme memfermentasi glukosa tapi LCD negative ,menyebabkan media berubah menjadi kuning. Perpanjangan inkubasi alkalinitas dari permukaan media dapat terjadi perubahan warna hasil menjadi violet. Produksi H2S menyebabkan penghitaman media karena bentuk dari iron sulfide.
Pengecualian beberapa strain Proteus morganii,deaminase lysine membentuk alfa ketokarbocilik acid, campuran ini berekasi dengan iron salt dekat permukaan medium, dibawah pengaruh oksigen berbentuk gabungan coklat kemerah-merahan.
Kandungan :
Pepton dari daging, ektrak yeast, glukosa (D+), Lysin monohidroclorida, sodium thiosulfat, ammonium iron III citrate, bromocrecol purple, agar-agar
Cara pembuatan:
Larutkan LIA bubuk 32g/L aquades, masukan kedalam tabung raksi, autoclave 15 menit suhu121 0C, miringkan hingga mengeras,PH 6.7 ±0.2 pada suhu 25 0C.
Gambar : LIA yang belum ditumbuhi bakteri
Positif (+) : Jika setelah ditumbuhi bakteri ( 24 jam inkubasi 37C) warna agar bertambah ungu.
Negatif (-) : Jika setelah di tumbuhi bakteri ( 24 jam inkubasi 37 C ) agar berubah warna.
*Tutup tabung : merah
Gambar : LIA +
Gambar : LIA -
8.MIO agar
Gambar: MIO yang belum ditumbuhi bakteri
Positif : Sama seperti pada LIA, warna media jadi tambah pekat
*Tutup tabung : Kapas putih
Gambar : MIO (–)
9.Arginin
Positif :Tidak berubah warna.
10.Phenil Alanin Agar (PAA)
Positif : Koloni bakteri pada PAA (sebelumnya inkubasi 24 jam) bila di tetesi FeCl3(Ferri chloride 10% ) akan berwarna hijau-biru.
Gambar : PAA +
Contoh + :Proteus sp.
*tutup tabung : Putih hijau
11.Bile Aesculin agar (BE)
BE positif (+) : Jika setelah ditumbuhi bakteri ( 24 jam inkubasi 37 0C) warna agar menjadi berwarna hitam.
Contoh : S. fecalis.
*Tutup tabung : kapas biru hitam
Gambar : BE +
12.Nutrien gelatin
Kegunaan :
Menentukan perhitungan mikroba dari air atau deteksi mikroorganisme yang yang dapat /menurunkan mengencerkan gelatin.
Prinsip kerja :
Mikroorganisme yang menurunkan gelatin menyebabkan pengenceran di sekitar koloni.
Kandungan :
Pepton dari daging, ekstrak daging, gelatin.
Cara pembuatan :
Larutkan secara sempurna gelatin bubuk 128 g/L, autoclave 10 menit 115 0C,PH 7.4 ± 0.2
Bakteri yang gelatinnya + : S. aureus ATCC 25923
S. marcescens ATCC 14756
P. aerugenosa ATTC 27853
B cereus ATCC 11778
13.Dnase Agar
Kegunaan : Untuk identifikasi mikroorganisme, khususnya Staphylococcus yang Dnase +
Prinsip kerja :Koloni memproduksi Hidrolisa Dnase asam deoksiribonukleat isi dari media ini berada di sekitar mereka. Kalau medium degenangi atau diasami dengan HCl 1N, DnA mengendap/kekeruhan dan zona terang terlihat disekitar koloni yang Dnase positif
Kandungan :
Tryptose, NaCl,deoksi ribonukleat acid,agar.
Hasil positif (tersangka) :
Cara Kerja :
Cara pembuatan:
Larutkan 42 g/L aquades,autoclave 15 menit 121 0C tuangkan ke plate.Ph 7.3 ± 0.2 pada suhu 25 C
14.BCA (Bacillus Cereus Agar)
Kegunaan : identifikasi B. cerues
Positif : Jika setelah ditumbuhi bakteri ( 24 jam inkubasi 37C) warna media disekitar koloni berubah menjadi biru.
Gambar : BCA +
15.Amilase
Bakteri Amilase nya + : Jika ditanam pada MH plate,setelah inkubasi 24 jam 37 C digenangi lugol/gram B terdapat zona disekitar koloni.
Gambar: Amilase +


by: khamim
Share:

Sunday, 31 May 2015

Identifikasi Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif

1. Staphylococcus aureus

Foto : Koloni Staphylococcus aureus pada media Blood Plate Agar (BAP)
Ciri-ciri Koloni di BAP: Koloni sedang-besar, smooth, berwarna putih-kuning,hemolisis (zona bening disekeliling koloni)
Foto: Hasil Uji Identifikasi Staphylococcus aureus
Ket (Kanan ke Kiri) :
Blood Agar (BA) : Hemolisa
Blood Broth (BB): Hemolisa
D-Nase Agar : Koloni berwarna kuning, bila digenangin HCL 10N akan terbentuk zona bening disekitar koloni.

2. Staphylococcus epidermidis
Foto : Koloni Staphylococcus epidermidis di BAP
Ciri Koloni Bakteri di Media BAP: Koloni sedang-besar, warna putih susu, anhemolisa (tidak ada zona bening di sekeliling koloni)
Foto: Hasil uji Identifikasi bakteri Staphylococcus epidermidis
Ket :
BA : Anhemolisa
BB: An Hemolisa
D-Nase: bila digenangin HCL 10N tidak terbentuk zona bening disekitar koloni.

3. Streptococcus pyogenes
Foto: Koloni bakteri Streptococcus pyogenes di media BAP
Ciri-cir koloni di BAP :Koloni bakteri kecil, putih-abu-abu, hemolisa (zona bening disekeliling koloni)

Foto : Hasil Uji Identifikasi
Ket (kiri ke kanan) :
BB: Hemolisa
BA: Hemolisa
Eva broth : - (Tidak keruh)
4. Streptococcus faecalis

Foto : Uji Identifikasi bakteri Streptococcus faecalis
Ket (kiri ke kanan) :
Eva broth : + (keruh)
BB: Anhemolisa
BA: Anhemolisa


Bakteri Gram Negatif

1. Escherichia coli
Foto : Koloni bakteri Escherichia coli di media Mac Conkey (MC)
Ciri-ciri koloni Escherichia coli dimedia MC :Koloni sedang, Merah bata-merah tua, cembung, smooth, berkabut.
Foto : Hasil Uji Identifikasi (biokimia) Escherichia coli
Ket (kiri ke kanan):
Na : Tumbuh
Gula-gula: + (+g), +, +, +, + (Kanan → kiri : Glukosa, laktosa, manitol, maltosa, sakarosa)
SIM : H2S (-), Indol (+), Motilitas (+)
TSIA: Lereng/Dasar (K/K), Gas (+), H2S (-)
SC : (-)
2. Salmonella Sp.
Foto: Koloni bakteri Salmonella Sp. dimedia MC
Ciri-ciri koloni : Koloni tidak berwarna, ukuran sedang, jernih, smooth

2.1 Salmonella Typhosa
Foto : Hasil Uji Identifikasi (Biokimia) bakteri Salmonella Typhosa
Ket:
Kanan→Kiri
Na : Tumbuh
Gula-gula: + (-g), -, +, +, -
TSIA: Lereng/ Dasar (M/K), Gas (-), H2S (+)
SIM : H2S (+), Indol (-), Motilitas (+)
SC : (-)
2.2 Salmonella Paratyphi A
Foto: Hasil Uji Identifikasi (Biokimia) bakteri Salmonella Paratyphi A
Ket (Kiri ke Kanan):
Kiri→Kanan
Na : Tumbuh
Gula-gula: + (-g), -, +, +, -
TSIA: Lereng/ Dasar (M/K), Gas (-), H2S (-)
SIM : H2S (-), Indol (-), Motilitas (+)
SC : (-)
2.2 Salmonella Paratyphi B dan Salmonella Paratyphi C
Foto: Hasil Uji Identifikasi (Biokimia) bakteri Salmonella Paratyphi B dan Salmonella Paratyphi C
Kiri ke Kanan
Na : Tumbuh
Gula-gula: + (+g), -, +, +, -
SIM : H2S (+), Indol (-), Motilitas (+)
TSIA: Lereng/ Dasar (M/K), Gas (+), H2S (+)
SC : (+)
Untuk membedakan Salmonella Paratyphi B dan Salmonella Paratyphi C, harus dilakukan pengujian dengan antisera.
- Salmonella Paratyphi B dengan antisera Paratyphi B akan terjadi aglutinasi
- Salmonella Paratyphi C dengan antisera Paratyphi C akan terjadi aglutinasi
3. Bakteri Aerobacter aerogenes
Foto : Koloni bakteri Aerobacter aerogenes dimedia Mac Conkey
Ciri-ciri koloni Aerobacter aerogenes : Koloni besar, putih-merah keruh, cembung, bulat, smooth, 2x 24 jam mucoid.
Foto: Hasil Uji Identifikasi (Biokimia) Bakteri
Aerobacter aerogenes

Ket (Kiri ke Kanan)
Na : Tumbuh
Gula-gula: + (+g), +, +, +, +
SIM : H2S (-), Indol (-), Motilitas (+)
TSIA: Lereng/ Dasar (K/K), Gas (+), H2S (-)
SC : (+)
4. Serratia marcescens
Foto : Koloni Serratia marcescens di media Mac Conkey
Ciri-ciri koloni Serratia marcescens pada media Mac Conkey : Koloni kecil, smooth, sedikit cembung, tidak berwarna atau berwarna merah muda.
(Dari kanan ke Kiri)
Na : Tumbuh, dapat terbentuk pigmen merah
Gula-gula: + (+g), -, +, +, +
SIM : H2S (-), Indol (-), Motilitas (+)
TSIA: Lereng/ Dasar (M/K), Gas (+), H2S (-)
SC : (+)
5. Pseudomonas aerogenosa
Ciri-ciri Koloni di Media MC:
Ciri-ciri koloni Pseudomonas aerogenosa pada media Mac Conkey : Koloni sedang, smooth, Jernih/keruh, kadang sedikit kehijau-hijauan, tepi tidak rata.
Foto : Hasil Uji Identifikasi (biokimia) bakteri Pseudomonas aerogenosa
Ket (Dari Kiri ke kanan) :
Na : Tumbuh, dapat terbentuk pigment hijau-biru
Gula-gula: +/-, -, -, - , -
SIM : H2S (-), Indol (-), Motilitas (+)
TSIA: Lereng/ Dasar (M/M), Gas (+), H2S (-)
SC : (+)
6. Klebsiella pnuemonia
Foto : Uji Identifikasi (biokimia) Klebsiella pneumonia
Ket :
Kiri → Kanan
Na : Tumbuh (Mucoid)
Gula-gula: + (+g), +, +, +, +
TSIA: K/K, gas (+), H2S (-)
SIM : H2S (-), Indol (-), Motilitas (-)
SC : (+)
7. Proteus mirabilis
Foto : Hasil Uji Identifikasi (Biokimia) bakteri Proteus mirabilis
Ket :
(Kanan ke Kiri)
Na : Tumbuh
Gula-gula: + (+g), -, -, -, -
TSIA: M/M, gas (+), H2S (+)
SIM : H2S (+), Indol (-), Motilitas (+)
SC : (+)
Phenil Alanin Agar: + (berwarna hijau setelah ditambah dengan FeCl3)

by: santovi
Share:

Definition List

Unordered List

Support